Selasa, 28 Mei 2019

Pengumuman Hasil UN SMP 2019, Kota Malang Tertinggi di Jawa Timur





      Kota Malang sebagai Kota Pendidikan patut berbangga. Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP/MTs tahun pelajaran 2018/2019  menempatkan hasil rerata daerah UN SMP/MTs Kota Malang tertinggi di Jawa Timur.

      Catatan nilai rerata hasil UN pelajar SMP/MTs di Kota Malang mendapat nilai paling moncer di Jawa Timur. Bahasa Indonesia 77,37 sedangkan Bahasa Inggris 64,50. Matematika mencapai 60,05 dan IPA 59,70. Nilai totalnya 261,62.

      Prestasi ini memantapkan Kota Pendidikan ini sebagai kota yang berjargon Kota Malang Bermartabat. Saat ini nampak dicapai dari catatan akademik hasil UN SMP/MTs tahun 2019 ini.

      Bagaimana dengan nilai per siswa dan per sekolah? Hari-hari ini dinantikan oleh para siswa, guru dan orang tua peserta didik SMP. Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2018/2019. Ujian akhir sekolah ini sesuai Prosedur Operasi Standar (POS) UN direncanakan akan diumumkan tanggal 23 Mei 2019. Berikutnya, ada rilis bahwa pengumuman tanggal 27-28 Mei dan berikutnya, pengumuman hasil UN akan disampaikan kepada peserta didik dan orang tuanya pada tanggal 29 Mei 2019. Jadi, harap bersabar ya, semoga menorehkan prestasi yang terbaik.




Sabtu, 27 April 2019

TAEK KWON DO DI AL-YA`LU




       Tae Kwon Do adalah bela diri yang terkenal di dunia. Ada lomba Tae Kwon Do tingkat dunia, salah satunya adalah WTF (World Tae Kwon Do Federation).

       Tae Kwon Do adalah salah satu ekskul wajib di Sekolah Unggulan AL-YA'LU untuk melatih bela diri siswa. Ini bisa dijadikan potensi untuk mengembangkan atlet Tae Kwon Do di Kota Malang

POTENSI KOTA MALANG

Selamat Datang di Kota Malang


Malang, adalah salah satu kabupaten dan kota di Jawa Timur yang terletak di dataran tinggi, berjarak 90 Km dari Kota Surabaya. Karena letaknya yang tinggi, kota ini memiliki udara yang sejuk dan nyaman untuk dikunjungi.

Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar, atau banyak juga yang menjuluki sebagai Kota Bunga. Tidak bisa dipungkiri, karena lokasi alam yang dingin serta banyak lahan yang masih hijau, kota Malang pantas pula di juluki sebagai Kota Bunga. Disamping itu, beberapa obyek dengan tema agrowisata banyak dijumpai di Malang.


Potensi Kota Malang :
1. Pasar Splendid

Image result for pasar  splendid kota malangPasar ini terletak di Jalan Brawijaya. Terdapat berbagai macam burung dan bunga di tawarkan di pasar ini beserta kios-kios buku bekas yang cocok bagi pemburu buku-buku kuno.








2. Taman Slamet
Image result for taman slametTaman Slamet merupakan salah satu tempat populer di Kota Malang yang belum lama ini diresmikan. Sebenarnya taman ini sudah di renovasi sejak dulu namun oleh pihak pemerintahan di renovasi kembali agar terlihat lebih apik dan tentunya lebih segar. Untuk menikmati keindahan Taman Slamet ini, kamu tidak akan dikenakan biaya hanya saja membayar Rp. 2 ribu saja untuk parkir kendaraan. Disana terdapat beberapa alat gym yang bisa digunakan oleh para pengunjungnya mulai dari anak – anak hingga orang dewasa. Fasilitas lainnya yang bisa kamu temui di Taman Slamet adalah Perpustakaan Pusat Kota Malang dan juga terowongan unik yang sangat cocok dijadikan sebagai spot untuk berfoto.
3. Hutan Kota Malabar
Image result for hutan kota malabarHutan Kota Malabar berada di Jalan Malabar, arah timur dari gereja Jalan Ijen. Hutan Kota ini luasnya adalah 16.718m2. Di tengah Hutan Kota Malabar terdapat kolam air yang menjadi sumber untuk mengairi taman-taman di kota Malang. Rindangnya Hutan Kota ini memiliki berbagai macam fungsi yakni sebagai sarana rekreasi, sarana edukasi, paru – paru kota, sebagai habitat dan konservasi burung, dan yang terakhir sebagai sarana penghijauan. Begitu masuk ke dalam Hutan Kota ini, mulai terasa hawa yang sejuk dan terdengar kicauan burung. Hutan Kota Malabar ini sudah mulai lebat pohonnya, sehingga berada di dekatnya pun akan terasa hawa yang segar.

Rabu, 20 Maret 2019

SMP UNGGULAN AL-YA'LU JUARA UMUM TRY OUT KEJUJURAN 2019

Hebat ! SMP Unggulan AL-YA'LU kembali meraih juara umum TRY OUT KEJUJURAN 2019.
Juara Umum TRY OUT KEJUJURAN SMP 2019

Azzumar Zahfia Alwiati, juara 1 TRY OUT KEJUJURAN SMP 2019
Algar Kabirul Dawam, juara 3 TRY OUT KEJUJURAN 2019
Alhamdulillah! Dua siswa SMP Unggulan AL-YA'LU meraih juara 1 dan 3 dalam TRY OUT KEJUJURAN 2019. Prestasi ini menjadikan SMP Unggulan AL-YA'LU sebagai juara umum TRY OUT KEJUJURAN 2019 seperti kakak-kakaknya pada tahun 2018. 

Rabu, 03 Oktober 2018

Siswa SD dan SMP Unggulan AL-YA’LU Raih 1 Medali Emas dan 2 Medali Perak Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional di Bengkulu



alyaklu-alyalu-oSN-KSM-prestasi-olimpiade-1


Algar Kabirul Dawam menunjukkan medali emas KSM Nasional, bersama Bara Makiyya Madani (medali perak) dan Sultan Aziz Misbahi (medali perak).


Tiga siswa Sekolah Unggulan AL-YA’LU Malang mencatat prestasi tingkat nasional. Mereka meraih 1 medali emas dan 2 medali perak dalam olimpiade sains tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Ketiga siswa Al-Ya’lu tersebut berjaya dalam event Kompetisi Sains Madrasah di Bengkulu yang diselenggarakan pada tanggal 24-29 September 2018.


Ketiga siswa tersebut yakni Algar Kabirul Dawam (peraih mendali emas bidang Matematika tingkat MTS/SMP); Sultan Aziz Misbahi peraih mendali perak bidang IPS tingkat MTS/SMP); dan Bara Makiyya Madani peraih mendali perak bidang IPA tingkat SD/MI. Mereka bukan hanya membanggakan nama sekolahnya. tetapi juga mengharumkan nama Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur.


SD AlYa'lu, SMP AlYaklu AlYalu Malang


Sultan, Algar dan Dani bersama DIrektur Pembinaan Madrasah Kemenag, Dr. Phil. Kamarudin Amin


Untuk mendapatkan prestasi tersebut, ketiga siswanya tersebut harus bersaing secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga lolos ke tingkat nasional.  Tidak kurang 104.000 peserta yang dari 34 provinsi yang mengikuti olimpiade sains ini untuk semua jenjang sekolah/madrasah dari tingkat kabupaten/kota. Kemudian di babak final, ketiga siswa ini lolos dan kembali bersaing dengan 500 peserta dengan nilai yang terbaik.


Disamping itu, bagi ketiga siswa tersebut prestasi ini adalah buah dari dukungan doa orang tua dan keberhasilan sekolah dalam memfasilitasi setiap siswanya untuk menjadi generasi yang unggul dan berprestasi. Seperti halnya kegiatan ekstrakulikuler setiap jam pulang sekolah yang dimaksimalkan betul oleh ketiga siswa tersebut untuk mengasah potensi diri.





Bagi Al-Ya’lu sendiri, kejuaraan tingkat nasional ini bukan prestasi pertama yang diperoleh oleh ketiga siswanya. Barra Makiyya Madani misalnya, sejak kelas 1 SD sudah meraih juara 1 lomba olimpiade sains nasional dengan hadiah edutrip ke korea selama seminggu. Kemudian Sultan Aziz Misbahi pernah mendapatkan edutrip ke Amerika selama 10 hari setelah mengikuti kejuaraan pramuka tingkat nasional beregu dan Algar Kabirul Dawam sudah banyak mengoleksi mendali di setiap olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional.


Selasa, 02 Oktober 2018

Juara 1 Olimpiade Fisika Nasional, SMP Unggulan AL-YA’LU Boyong Trofi Menristekdikti


JAWARA. Tim fisika SMP Unggulan AL-YA`LU : Bagas dan Dies berhasil memboyong Juara 1 trofi juara Olimpiade Fisika Tingkat Nasional Nupho 2018 di Universitas Negeri Malang

Dua siswa ini memang istimewa. Tidak semua anak memahami fisika semeriah makan camilan seperti Dies Haditsa Putra Nursadih dan Bagas Adicita Rabbani. Bagi kedua anak itu, fisika jadi pelajaran yang menyenangkan. Laksana teman-teman seusianya yang main game. Apa buktinya?
Minggu, 30 September 2018, kedua siswa ini berhasil menjadi juara 1 Olimpiade Fisika Nasional SMP/MTs di Universitas Negeri Malang (UM). Olimpiade fisika tersebut bernama Nucleon Physic Olympiad (Nupho). Kedua siswa ini merupakan satu tim SMP Unggulan AL-YA’LU. Atas keberhasilannya, mereka berhasil memboyong Trofi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), piala tetap, piagam dan sejumlah hadiah uang pembinaan.
Untuk menjadi juara memang harus bertempur dengan soal-soal fisika pada beberapa babak. Keseluruhan peserta yang mengikuti olimpiade tersebut untuk jenjang SMP dan SMA, total ada 500 peserta. Kedua siswa ini melaju hingga di babak final. DI babak final yang sangat seru akhirnya menempatkan pasangan Dies dan Bagas sebagai kampiun.  Mereka merebut juara 1 olimpiade fisika tingkat nasional.

Juara 1 Olimpiade Fisika Nasional, SMP Unggulan AL-YA’LU Boyong Trofi Menristekdikti




JAWARA. Tim fisika SMP Unggulan AL-YA`LU : Bagas dan Dies berhasil memboyong Juara 1 trofi juara Olimpiade Fisika Tingkat Nasional Nupho 2018 di Universitas Negeri Malang


































































Dua siswa ini memang istimewa. Tidak semua anak memahami fisika semeriah makan camilan seperti Dies Haditsa Putra Nursadih dan Bagas Adicita Rabbani. Bagi kedua anak itu, fisika jadi pelajaran yang menyenangkan. Laksana teman-teman seusianya yang main game. Apa buktinya?


Minggu, 30 September 2018, kedua siswa ini berhasil menjadi juara 1 Olimpiade Fisika Nasional SMP/MTs di Universitas Negeri Malang (UM). Olimpiade fisika tersebut bernama Nucleon Physic Olympiad (Nupho). Kedua siswa ini merupakan satu tim SMP Unggulan AL-YA’LU. Atas keberhasilannya, mereka berhasil memboyong Trofi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), piala tetap, piagam dan sejumlah hadiah uang pembinaan.


Untuk menjadi juara memang harus bertempur dengan soal-soal fisika pada beberapa babak. Keseluruhan peserta yang mengikuti olimpiade tersebut untuk jenjang SMP dan SMA, total ada 500 peserta. Kedua siswa ini melaju hingga di babak final. DI babak final yang sangat seru akhirnya menempatkan pasangan Dies dan Bagas sebagai kampiun.  Mereka merebut juara 1 olimpiade fisika tingkat nasional.


Minggu, 30 September 2018

AL-YA’LU Raih 1 Medali Emas dan 2 Medali Perak Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional di Bengkulu

alyaklu-alyalu-oSN-KSM-prestasi-olimpiade-1
Algar Kabirul Dawam menunjukkan medali emas KSM Nasional, bersama Bara Makiyya Madani (medali perak) dan Sultan Aziz Misbahi (medali perak).
Tiga siswa Sekolah Unggulan AL-YA’LU Malang mencatat prestasi tingkat nasional. Mereka meraih 1 medali emas dan 2 medali perak dalam olimpiade sains tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Ketiga siswa Al-Ya’lu tersebut berjaya dalam event Kompetisi Sains Madrasah di Bengkulu yang diselenggarakan pada tanggal 24-29 September 2018.
Ketiga siswa tersebut yakni Algar Kabirul Dawam (peraih mendali emas bidang Matematika tingkat MTS/SMP); Sultan Aziz Misbahi peraih mendali perak bidang IPS tingkat MTS/SMP); dan Bara Makiyya Madani peraih mendali perak bidang IPA tingkat SD/MI. Mereka bukan hanya membanggakan nama sekolahnya. tetapi juga mengharumkan nama Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur.
SD AlYa'lu, SMP AlYaklu AlYalu Malang
Sultan, Algar dan Dani bersama DIrektur Pembinaan Madrasah Kemenag, Dr. Phil. Kamarudin Amin
Untuk mendapatkan prestasi tersebut, ketiga siswanya tersebut harus bersaing secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga lolos ke tingkat nasional.  Tidak kurang 104.000 peserta yang dari 34 provinsi yang mengikuti olimpiade sains ini untuk semua jenjang sekolah/madrasah dari tingkat kabupaten/kota. Kemudian di babak final, ketiga siswa ini lolos dan kembali bersaing dengan 500 peserta dengan nilai yang terbaik.
…..Disamping itu, bagi ketiga siswa tersebut prestasi ini adalah buah dari dukungan doa orang tua dan keberhasilan sekolah dalam memfasilitasi setiap siswanya untuk menjadi generasi yang unggul dan berprestasi. Seperti halnya kegiatan ekstrakulikuler setiap jam pulang sekolah yang dimaksimalkan betul oleh ketiga siswa tersebut untuk mengasah potensi diri.
…..Bagi Al-Ya’lu sendiri, kejuaraan tingkat nasional ini bukan prestasi pertama yang diperoleh oleh ketiga siswanya. Barra Makiyya Madani misalnya, sejak kelas 1 SD sudah meraih juara 1 lomba olimpiade sains nasional dengan hadiah edutrip ke korea selama seminggu. Kemudian Sultan Aziz Misbahi pernah mendapatkan edutrip ke Amerika selama 10 hari setelah mengikuti kejuaraan pramuka tingkat nasional beregu dan Algar Kabirul Dawam sudah banyak mengoleksi mendali di setiap olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional.

Rabu, 19 September 2018

Siswa SD Unggulan AL-YA’LU Raih Karya Sains Terbaik Nasional Junior Scientist Award 2018


8 



Karya Saintis Cilik Ahmad Kutai Bantani sebagai Karya Sains Terbaik Nasional 2018






















































Masih kecil tapi kreatif. Berkat kretivitasnya, Ahmad Kutai Bantani siswa kelas IV SD Unggulan AL-YA’LU berhasil meraih predikat Karya Sains Terbaik Nasional pada  Junior Scientist Award 2018 yang digelar pada tanggal  tengah bulan September 2018 di Jakarta.





alyaklu-alyalu-karyailmiah-kjsa-2018-4


Saat presentasi karya pemeras madu super cepat di hadapan dewan juri


Bermula melihat pemerasan madu di kampung kerabatnya yang masih menggunakan cara manual, bocah yang biasa dipanggil Tantan ini penasaran dan ingin membantu membuatkan alat. Prinsipnya alat itu seperti mesin pengering pakaian pada mesin cuci elektrik. Maka bersama guru pembimbingnya, siswa ini mulai merancang alat pemeras madu berbahan mesin cuci bekas. Dari mesin cuci bekas, diambil dinamo, drum dan timer. Setelah dirakit dengan rangka dan penjepit sarang madu, akhirnya jadilah alatnya.





alyaklu-alyalu-karyailmiah-kjsa-2018-5


Tanya jawab dengan Menteri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indrawati


“Kelebihan alat pemeras madu ini, prosesnya cepat. Kalau diperas manual, 4 sarang madu bisa membutuhkan waktu hingga 30 menit. Tapi dengan alat ini, hanya 3 menit. Lagi pula sarang lebahnya tidak rusak, jadi setelah madunya diperas, sarang lebahnya bisa dipasang lagi di rumah budidaya lebah. Biaya pembuatannya juga tidak mahal karena menggunakan mesin cuci bekas yang dibersihkan”, jelas Tantan.


Alat pemeras madu karya Tantan diikutkan lomba karya ilmiah Junior Scientist Award 2018. Bersaing dengan 1300 karya anak dari 26 provinsi di Indonesia.  Tim penilainya adalah Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), juri dari Universitas Indonesia (UI) dan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).  Akhirnya karya Tantan dinobatkan sebagai Karya Sains Terbaik Nasional 2018. Sebagai rewardnya, ia mendapatkan medali, piagam, tabungan dana pendidikan Rp 6 juta dari penyelenggara, ditambah Rp 2,5 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


Serangkaian kegiatan Junior Scientis Award, Tantan berkesempatan bertemu dengan Menteri Keuangan RI Ibu Dr. Sri Mulyani Indrawati. Karya bocah ini mendapatkan apresiasi dari  Ibu Menkeu. Tantan juga berkesempatan untuk mengunjungi pabrik farmasi milik penyelenggara dan edutrip ke Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), seta ke Dunia Fantasi di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.


Bocah yang bercita-cita ingin menjadi seorang profesor zoologi ini, merasa belum puas dengan prestasi ini. Ia ingin menciptakan karya lagi yang bisa membantu memudahkan orang lain. Saatnya nanti, ia ingin mendapatkan nobel karena temuannya yang bermanfaat bagi masyarakat di dunia.

Rabu, 29 Agustus 2018

ALYA’LU Selenggarakan Diklat Guru Pendamping Muda, Dirjen GTK PAUD & Dikmas Beri Motivasi



P_20180827_130349






































Bapak Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI Dr. Abdullah memberi motivasi kepada guru-guru PAUD Kota Malang di Auditorium Al-Ya’lu,I Dr. Abdullah memberi motivasi kepada guru-guru PAUD Kota Malang di Auditorium Al-Ya’lu



Bapak Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI Dr. Abdullah memberi motivasi kepada guru-guru PAUD Kota Malang di Auditorium Al-Ya’lu
















































Berkat kinerja manajemen, pendidik dan tenaga kependidikan AL-YA’LU yang proaktif dalam mengadopsi serta mengimplementasikan kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, TK Unggulan AL-YA’LU Kota Malang kembali mendapatkan amanah untuk menyelenggarakan program kerja kementerian yang kini dipimpin oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.


P_20180827_105605


Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM menjadi salah satu narasumber DIklat Guru PAUD Kota Malang di Auditorium AL-Ya’lu


Amanah yang dipercayakan kepada TK Unggulan AL-YA’LU Kota Malang oleh Kemdikbud tersebut dalam bentuk Pendidikan dan Pelatihan Guru Pendamping Muda Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Bantuan Pemerintah Pusat. Kegiatan yang melibatkan 80 tenaga pendidik PAUD dari Kecamatan Sukun, Blimbing dan Lowokwaru ini diselenggarakan di auditorium AL-YA’LU.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM menjadi salah satu narasumber kegiatan ini. Beliau memberikan pemaparan tentang rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun kualitas pendidik serta tenaga kependidikan PAUD di Kota Malang.


”Dinas Pendidikan dari waktu ke waktu dengan anggaran yang ada berusaha semaksimal mungkin memberikan porsi yang seimbang berasaskan kebutuhan pada setiap jenjang pendidikan yang menjadi ranah tanggung jawab kami termasuk satuan PAUD dan TK. Peningkatan kualitas PAUD dilakukan dalam bentuk pemberian bantuan sarana prasarana penunjang proses belajar mengajar, pelatihan, workshop maupun bimtek bagi pendidik PAUD, pemberian insentif tambahan bersumber dari APBD dan juga program kerja lainnya.“ tutur Ibu Zubaidah dalam paparannya.





Lebih lanjut, Ibu Zubaidah kembali mengingatkan pentingnya peranan pendidik PAUD dalam membangun pondasi dasar anak untuk siap melakoni pendidikan ke jenjang berikutnya, dengan memberikan bekal pemahaman terhadap tujuh peran dan tugas utama seorang guru yakni guru sebagai pendidik, pengajar, fasilitator, pelayanan, perancang, pengelola dan guru sebagai penilai.


P_20180827_132857_1


Kegiatan yang dilaksanakan mulai Kamis 23 Agustus hingga Senin, 27 Agustus 2018 inipun dihadiri secara langsung oleh Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI) Dr. Abdullah.


P_20180827_125957


Lincah dan menggemaskan, penari cilik dari TK Unggulan Al-Ya’lu menampilkan unjuk seni tari di panggung acara pembukaan Diklat Guru


Dalam sambutannya, Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI Dr. Abdullah berharap pada peserta diklat untuk tidak terobsesi mengembangkan otak kiri peserta didik PAUD semata hingga melupakan kebutuhan tumbuh kembang otak kanan demi mengejar prestisius serta ambisi mewujudkan lembaga PAUD yang bergengsi karena anak didiknya telah mampu dan berprestasi dalam berbagai bidang.


” Kecerdasan Anak akan sesuai dengan perkembangan serta tumbuh kembangnya manakala terpenuhinya kebutuhan gizi, kesehatan dan stimulus anak. 50 persen kecerdasan anak ada pada usia empat tahun. Untuk itu pendidik PAUD wajib hukumnya terus berkreasi dan berinovasi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dalam kerangka belajar sambil bermain. Dengan menjalankan metode pembelajaran sambil bermain, secara tidak langsung guru PAUD memberikan stumulus yang menyenangkan dan dapat berimplikasi tersambungnya lima milyar jaringan kecerdasan anak ” papar Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI Dr. Abdullah.


Lebih lanjut Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI Dr. Abdullah menegaskan bahwasannya pendidikan anak bukanlah tanggungjawab mutlak sekolah, namun juga menjadi tanggungjawab Pemerintah serta masyarakat luas. Abdullah menghimbau pada peserta diklat agar menyusun jadwal pertemuan dengan orangtua siswa agar dapat menemukan kesepahaman metode pembelajaran. Apa yang diajarkan pada anak diinformasikan pada orangtua sehingga terjalin sinergitas pendidikan yang selaras, seiring, dan sejalan. Karena bagaimanapun, keluarga merupakan pendidikan awal dari seorang anak.


P_20180827_123846


Peserta Diklat Guru pendamping Muda PAUD Kota Malang menyimak pemaparan materi diklat


Selama lima hari pelaksanaan diklat, 80 peserta kegiatan yang terbagi dalam dua kelompok inipun secara bergantian mendapatkan tidak kurang dari 13 materi diantaranya Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Malang, Konsep Dasar PAUD, Perkembangan AUD, Pengenalan ABK, Cara Belajar AUD, Perencanaan Pembelajaran PAUD, Penilaian Perkembangan AID, Kesehatan dan Gizi AUD, Etika dan Karakter Pendidik PAUD, Praktek Pembelajaran PAUD, Komunikasi dalam Pengasuhan, Review Umum dan Refleksi diakhiri dengan Penjelasan Tugas Mandiri yang wajib dikerjakan peserta diklat.


Selain menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM dan Dirjen GTK PAUD Dikmas Kemdikbud RI Dr. Abdullah diklat angkatan pertama inipun turut pula menghadirkan narasumber lainnya yakni Fressi A, S.Pd., Rina S. S.pd., G. Zulaika, M.Psi., Khoirun Nisa’, S.Psi., Siti Ruqqiyah, M.Pd., dr. Irma Selecta Vera dan Hendra W. S.Pd. (fandi harianto)